Kabar Terkini
Teknik Informatika : Pemrograman Web, Desain Web, Algoritma Pemrograman, Sistem Informasi, Database Management System, GUI, Komputer Dasar dan Internet, Jaringan Komputer, Komunikasi dan Keamanan Data, Rekayasa Perangkat Lunak, Aplikasi Perkantoran, Multimedia, Mikrokontroller, Elektronika Analog dan Digital, Matematika Diskrit, Sistem Operasi "

Thursday, 30 January 2020

sejarah IT(informatika)

Teknologi informasi

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).[1]
Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.[2] Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). ".[3] Beberapa bidang modern yang muncul dari teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.

Sejarah

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radiotelevisikomputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Pertumbuhan dan kapasitas teknologi[sunting | sunting sumber]

Hilbert dan Lopez[8] mengidentifikasi kecepatan eksponensial perubahan teknologi (semacam hukum Moore): mesin 'aplikasi-spesifik untuk menghitung kapasitas informasi per-kapita memiliki sekitar dua kali lipat setiap 14 bulan antara 1986-2007; kapasitas per-kapita di dunia komputer tujuan umum telah dua kali lipat setiap 18 bulan selama dua dekade yang sama, kapasitas telekomunikasi global per-kapita dua kali lipat setiap 34 bulan; kapasitas penyimpanan dunia per kapita yang dibutuhkan sekitar 40 bulan untuk menggandakan (setiap 3 tahun); dan informasi siaran per kapita telah dua kali lipat sekitar setiap 12,3 tahun.[8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Williams / Sawyer, (2007), Using Information Technology terjemahan Indonesia, Penerbit ANDI, ISBN 979-763-817-0
  2. ^ Longley, Dennis; Shain, Michael (1985), Dictionary of Information Technology (edisi ke-2), Macmillan Press, hlm. 164, ISBN 0-333-37260-3
  3. ^ "information technology", Oxford English Dictionary (edisi ke-2), Oxford University Press, 1989 http://dictionary.oed.com/, diakses tanggal 20 November 2010 Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  4. ^ ABET
  5. ^ Isbell, Charles; Impagliazzo, John; Stein, Lynn; Proulx, Viera; Russ, Steve; Forbes, Jeffrey; Thomas, Richard; Fraser, Linda; Xu, Yan (2009), (Re)Defining Computing Curricula by (Re)Defining Computing, Association for Computing Machinery, ACM, ISBN 978-1-60558-886-5
  6. ^ ACM-SIGITE
  7. ^ "Gartner Says Worldwide IT Services Revenue Declined 5.3 Percent in 2009", Gartner http://www.gartner.com/it/page.jsp?id=1363713, diakses tanggal 20 November 2010 Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  8. ^ a b "The World’s Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information", Martin Hilbert dan Priscila López (2011), Science (journal), 332(6025), 60-65; free access to the article through here: martinhilbert.net/WorldInfoCapacity.html

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Adelman, C. (2000). A Parallel Post-secondary Universe: The Certification System in Information Technology. Washington, D.C.: U.S. Department of Education.
  • Allen, T., and M.S. Morton, eds. 1994. Information Technology and the Corporation of the 1990s. New York: Oxford University Press.
  • Shelly, Gary, Cashman, Thomas, Vermaat, Misty, and Walker, Tim. (1999). Discovering Computers 2000: Concepts for a Connected World. Cambridge, Massachusetts: Course Technology.
  • Webster, Frank, and Robins, Kevin. (1986). Information Technology—A Luddite Analysis. Norwood, NJ: Ablex.
  • The Global Information Technology Report 2008–2009 (PDF), World Economic Forum and INSEAD, 2009, ISBN 978-92-95044-19-7
  • Blais, Steven (December 2011). Business Analysis: Best Practices for SuccessJohn Wiley & SonsISBN 1118076001.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Teknik Informatika